Motivator Indonesia, Motivator Indonesia Terbaik, Motivator Indonesia Terkenal
Lawannya sayang adalah benci. Di mana dengki adalah salah satu turunannya. Sebagai motivator Indonesia, hal ini sering saya ingatkan. Hati-hati!
Lawannya sayang adalah benci. Di mana dengki adalah salah satu turunannya. Sebagai motivator Indonesia, hal ini sering saya ingatkan. Hati-hati!
Ada yang mengatakan bahwa dengki itu lumrah dan alamiah. Manusiawi,
kononnya. Maaf, saya tidak setuju. Dengki
itu sekat, bagaimana mungkin saya bisa setuju? Di buku Hanya 2 Menit, telah saya bahas panjang-lebar bahwa dengki itu bisa
menutupi potensi dan menghalangi rezeki.
Sekali lagi, menutupi potensi dan
menghalangi rezeki. Kok bisa begitu? Sudahlah, percaya saja. Apa Anda mau, untuk menerima
penjelasan ini, Anda harus menghadap-Nya sekarang? Hehehe, nggak mau kan? Makanya, percaya saja!
Bukan cuma penyakit hati, bahkan dengki juga bisa membawa penyakit
bagi tubuh. Diteliti, ternyata rasa dengki yang berlarut-larut bisa menciderai
pangkreas dan lambung, juga menyebabkan insomnia dan mengerutnya kulit. Ngeri!
Boleh dibilang, dengki itu seperti, “Kita minum racun, terus
kita berharap orang lain yang mati.” Sebagai motivator Indonesia, saya pun bertanya, "Yang konyol, siapa coba?" Tolong dijawab.
Bayangkan ini. Kalau
seseorang memperoleh rezeki (mobil, rumah, jodoh, jabatan, kesembuhan, atau apa saja),
terus kita dengki terhadap orang dan rezeki tersebut, berarti kita tidak ridha
kepada Yang Memberikan Rezeki tersebut.
Hm, seberapa pandaikah kita sehingga kita
merasa lebih tahu daripada Dia tentang kepantasan rezeki seseorang? Maka
patutlah seorang alim menasihati bahwa dengki itu bisa merusak iman! Hati-hati!
Lapang hati, lapang pula rezeki. Ini yang terbaik. Sekian dari saya, Ippho Santosa.
Motivator Indonesia Terbaik, Motivator Indonesia Terkenal, Motivator Indonesia
Motivator Indonesia Terbaik, Motivator Indonesia Terkenal, Motivator Indonesia

