Sebagai motivator Indonesia, kadang saya memberikan analogi.
Kalau kita punya dua bawahan, yang satu rajin, yang satu pemalas.
Kira-kira hati kita lebih sreg dengan yang mana? Kira-kira, bonus dan uang tambahan, kita berikan kepada siapa? Sekalipun Anda seorang pemalas, pastilah Anda tidak suka punya karyawan yang pemalas. Betul apa betul?
Kurang-lebih Tuhan pun begitu, lebih sreg dengan hamba-Nya yang rajin. Lebih ridha. Soal rezeki tambahan? Jangan ditanya, pastilah juga diberikan kepada hamba-Nya rajin. Itu sudah sunatullah.
Maka ingatlah:
Semangatmu, potensi rezekimu.
Semangatmu, bekal suksesmu.
Semangatmu, nasib baikmu.
Semangatmu, pengantar doamu.
Ingatlah itu! Selalu!
Ketika Anda malas bekerja, maka ingatlah orang-orang tersayang dan jadikan mereka itu motivator terbaik bagi Anda. Semoga dengan pemahaman ini, Anda rajin kembali bekerja.
Motivator Indonesia Terkenal, Ippho Santosa, Tokoh Motivator Indonesia, Motivator Terbaik
Motivator Indonesia Ippho Santosa Buktikan Siapa Motivator Terbaik Di Dunia Pendidikan
Sebagai motivator Indonesia, kadang saya diwawancara soal bisnis saya, TK dan SD.
Saya menyadari, pendidikan yang baik bukanlah pendidikan yang memberikan pemahaman akademis dan teknis semata, melainkan pendidikan yang mampu merangsang nilai-nilai luhur tak kasat mata serta membentuk pribadi mulia. Apalagi ini adalah masa keemasan anak dan masa pertumbuhan anak.
Inilah poin pentingnya. Bisnis pendidikan bukan semata-mata mencari keuntungan materi, tetapi dari sini diharapkan hadirlah generasi yang soleh dan tangguh. Semoga ridhai Allah. Semoga menjadi amal jariyah. Semoga postur Indonesia di panggung dunia semakin tegap dan gagah. Insya Allah.
Ketika siswa-siswa lulus lalu menjadi orang-orang yang berhasil, bukankah mereka menjadi motivator terbaik bagi diri Anda untuk terus berkarya di dunia pendidikan? Saya harap pola pikir ini melekat pada semua pelaku di dunia pendidikan.
Mari kita berbaiksangka dan sama-sama mendoakan.
Motivator Sukses, Motivator Terbaik, Motivator Bisnis
Saya menyadari, pendidikan yang baik bukanlah pendidikan yang memberikan pemahaman akademis dan teknis semata, melainkan pendidikan yang mampu merangsang nilai-nilai luhur tak kasat mata serta membentuk pribadi mulia. Apalagi ini adalah masa keemasan anak dan masa pertumbuhan anak.
Ketika siswa-siswa lulus lalu menjadi orang-orang yang berhasil, bukankah mereka menjadi motivator terbaik bagi diri Anda untuk terus berkarya di dunia pendidikan? Saya harap pola pikir ini melekat pada semua pelaku di dunia pendidikan.
Mari kita berbaiksangka dan sama-sama mendoakan.
Motivator Sukses, Motivator Terbaik, Motivator Bisnis
Motivator Indonesia Ippho Santosa Anggap Pasangan Itu Motivator Terbaik
Sebagai motivator Indonesia, kadang saya bicara soal stress.
Tekanan pekerjaan yang cukup berat, ditambah urusan pribadi, menjadi faktor dominan yang menyebabkan karyawan stress. Belum lagi kalau ternyata atasan tidak bisa diteladani dan bawahan tidak bisa diandalkan. Akhirnya motivasi kerja menurun. Ini sebenarnya terjadi di semua bidang. Bukan di bidang tertentu saja.
Saran saya, harus dicari tahu dulu akar permasalahannya. Ya, akarnya. Jalan-jalan dan liburan hanya bisa memberi kesenangan sesaat. Solusi sejati tidak bisa terhadirkan dari aktivitas-aktivitas sedemikian. Sekiranya akar permasalahan sudah diketahui, barulah bisa dipikirkan next step-nya.
Saran berikutnya, minta masukan dari pasangan dan mentor. Ya, dari orang-orang dekat yang mengenal kita. Mereka adalah motivator terbaik. Sepertinya mereka memiliki pandangan yang lebih jernih terhadap permasalahan kita. Juga lebih jujur. Posisi mereka bagaikan cermin dan begitulah, kadang kita perlu cermin untuk melihat diri kita dan permasalahan kita.
Sekian dari saya, Ippho Santosa.
...
Tekanan pekerjaan yang cukup berat, ditambah urusan pribadi, menjadi faktor dominan yang menyebabkan karyawan stress. Belum lagi kalau ternyata atasan tidak bisa diteladani dan bawahan tidak bisa diandalkan. Akhirnya motivasi kerja menurun. Ini sebenarnya terjadi di semua bidang. Bukan di bidang tertentu saja.
Saran saya, harus dicari tahu dulu akar permasalahannya. Ya, akarnya. Jalan-jalan dan liburan hanya bisa memberi kesenangan sesaat. Solusi sejati tidak bisa terhadirkan dari aktivitas-aktivitas sedemikian. Sekiranya akar permasalahan sudah diketahui, barulah bisa dipikirkan next step-nya.
Sekian dari saya, Ippho Santosa.
...
Motivator Indonesia Ippho Santosa Bertindak Sebagai Motivator Perusahaan
Pemerintah saat ini tengah gencar-gencarnya meningkatkan kualitas SDM Indonesia. Sebagai motivator Indonesia, tepatnya motivator di perusahaan, saya setuju dengan kebijakan ini. Menurut pemerintah, salah satunya melalui pelatihan kerja, selain jalur pendidikan formal dan jalur pengembangan karier di tempat kerja.
Adapun pelatihan kerja difokuskan pada pembangunan dan pengembangan pilar kompetensi kerja. Jalur pendidikan fokusnya membangun pondasi yang kokoh untuk pengembangan kualitas tenaga kerja berikutnya. Karena itu, jalur pendidikan secara umum misinya mencerdaskan kehidupan bangsa.
Apabila jalur pendidikan fokusnya membangun pondasi kompetensi dasar tenaga kerja, maka jalur pelatihan kerja berfokus pada pembangunan dan pengembangan pilar-pilar kompetensi kerja. Hal ini nantinya akan dimantapkan di tempat kerja melalui pengembangan karir dan profesionalisme tenaga kerja.
Pelatihan kerja dan pengembangan karir di tempat kerja sebenarnya suatu estafet proses pengembangan kualitas SDM. Keterpaduan dan keterkaitan antara pendidikan, pelatihan kerja dan pengembangan karier di tempat kerja merupakan suatu keharusan dalam peningkatan kualitas dan daya saing SDM Indonesia.
Melalui momentum ini, ke depan kita akan memiliki human SDM yang kompeten dan profesional sebagai bagian dari peningkatan daya saing nasional, serta seiring dengan itu juga akan meningkatkan produktivitas nasional. Sepertinya Indonesia memerlukan hadirnya motivator terbaik.
...
Adapun pelatihan kerja difokuskan pada pembangunan dan pengembangan pilar kompetensi kerja. Jalur pendidikan fokusnya membangun pondasi yang kokoh untuk pengembangan kualitas tenaga kerja berikutnya. Karena itu, jalur pendidikan secara umum misinya mencerdaskan kehidupan bangsa.
Apabila jalur pendidikan fokusnya membangun pondasi kompetensi dasar tenaga kerja, maka jalur pelatihan kerja berfokus pada pembangunan dan pengembangan pilar-pilar kompetensi kerja. Hal ini nantinya akan dimantapkan di tempat kerja melalui pengembangan karir dan profesionalisme tenaga kerja.
Pelatihan kerja dan pengembangan karir di tempat kerja sebenarnya suatu estafet proses pengembangan kualitas SDM. Keterpaduan dan keterkaitan antara pendidikan, pelatihan kerja dan pengembangan karier di tempat kerja merupakan suatu keharusan dalam peningkatan kualitas dan daya saing SDM Indonesia.
Melalui momentum ini, ke depan kita akan memiliki human SDM yang kompeten dan profesional sebagai bagian dari peningkatan daya saing nasional, serta seiring dengan itu juga akan meningkatkan produktivitas nasional. Sepertinya Indonesia memerlukan hadirnya motivator terbaik.
...
Sebagai Motivator Perusahaan, Ippho Santosa Ingatkan Soal SDM (Motivator Indonesia)
Sebagai Motivator Perusahaan, Ippho Santosa Ingatkan Soal SDM (Motivator Indonesia)
Sebagai motivator Indonesia, juga motivator perusahaan, saya merasa perlu peningkatan SDM. Secara besar-besaran. Anda sependapat dengan saya? Suatu ketika, Hanif Dhakiri mengatakan ada dua hal penting yang harus dimiliki sumber daya manusia (SDM) Indonesia di era Masyarakat Ekonomi ASEAN (MEA). Kedua hal itu adalah kompetensi dan daya saing.
Dua hal tersebut mutlak dimiliki agar SDM Indonesia dapat bersaing di level nasional maupun internasional. "Pada prinsipnya kita semua sepakat bahwa apapun bidang pekerjaan atau profesi, setiap orang dalam melaksanakan suatu aktivitas atau pekerjaan harus memiliki kemampuan atau kompetensi dan daya saing," ujar Hanif Dhakiri yang kemudian dikutip oleh Republika.
Saat ini populasi SDM Indonesia menduduki posisi teratas di wilayah ASEAN dengan jumlah sekitar 242 juta jiwa atau setara dengan 40 persen dari total populasi negara-negara ASEAN. Dengan kondisi itu Indonesia semestinya memiliki posisi tawar yang strategis di kawasan. "Posisi itu akan kita dapatkan jika SDM Indonesia memiliki daya saing," ujarnya. Pernyataan ini sulit untuk dibantah.
Apa pendapat teman-teman?
Motivator Perusahaan, Motivator Untuk Perusahaan, Motivator Indonesia
Sebagai motivator Indonesia, juga motivator perusahaan, saya merasa perlu peningkatan SDM. Secara besar-besaran. Anda sependapat dengan saya? Suatu ketika, Hanif Dhakiri mengatakan ada dua hal penting yang harus dimiliki sumber daya manusia (SDM) Indonesia di era Masyarakat Ekonomi ASEAN (MEA). Kedua hal itu adalah kompetensi dan daya saing.
Dua hal tersebut mutlak dimiliki agar SDM Indonesia dapat bersaing di level nasional maupun internasional. "Pada prinsipnya kita semua sepakat bahwa apapun bidang pekerjaan atau profesi, setiap orang dalam melaksanakan suatu aktivitas atau pekerjaan harus memiliki kemampuan atau kompetensi dan daya saing," ujar Hanif Dhakiri yang kemudian dikutip oleh Republika.
Saat ini populasi SDM Indonesia menduduki posisi teratas di wilayah ASEAN dengan jumlah sekitar 242 juta jiwa atau setara dengan 40 persen dari total populasi negara-negara ASEAN. Dengan kondisi itu Indonesia semestinya memiliki posisi tawar yang strategis di kawasan. "Posisi itu akan kita dapatkan jika SDM Indonesia memiliki daya saing," ujarnya. Pernyataan ini sulit untuk dibantah.
Apa pendapat teman-teman?
Motivator Perusahaan, Motivator Untuk Perusahaan, Motivator Indonesia
Motivator Indonesia, Motivator Terbaik
Sebagai motivator Indonesia, kadang saya diminta sharing soal semangat berbagi. Ya, semangat sedekah.
Sedekah kok bisa menola bala? Yah, bisa. Karena dari satu kebaikan terus tumbuh hingga 700 kebaikan. Nah, 700 kebaikan inilah yang kemudian ‘menahan’ bala, sehingga tidak jadi menimpa kita.
Sedekah juga bermakna tumbuh bersama. Pesan saya kepada karyawan-karyawan saya, "Perusahaan hanya bisa maju jika seluruh karyawan mau tumbuh bersama. Bukan jalan sendiri-sendiri."
Bicara soal tumbuh bersama, maka ingatlah:
- Ingin maju? Majukan orang lain.
- Ingin kaya? Kayakan orang lain.
- Ingin cerdas? Cerdaskan orang lain.
- Ingin mulia? Muliakan orang lain.
- Ingin doa dikabulkan oleh-Nya? Doakan orang lain.
- Ingin diberi uang oleh-Nya? Berikan uang kepada orang lain.
Anda yakin? Saya yakin.
Sedekah kok bisa menola bala? Yah, bisa. Karena dari satu kebaikan terus tumbuh hingga 700 kebaikan. Nah, 700 kebaikan inilah yang kemudian ‘menahan’ bala, sehingga tidak jadi menimpa kita.
Sedekah juga bermakna tumbuh bersama. Pesan saya kepada karyawan-karyawan saya, "Perusahaan hanya bisa maju jika seluruh karyawan mau tumbuh bersama. Bukan jalan sendiri-sendiri."
Bicara soal tumbuh bersama, maka ingatlah:
- Ingin maju? Majukan orang lain.
- Ingin kaya? Kayakan orang lain.
- Ingin cerdas? Cerdaskan orang lain.
- Ingin mulia? Muliakan orang lain.
- Ingin doa dikabulkan oleh-Nya? Doakan orang lain.
- Ingin diberi uang oleh-Nya? Berikan uang kepada orang lain.
Anda yakin? Saya yakin.
Motivator Indonesia, Motivator Terbaik, Motivator Dunia, Motivator Bisnis
Motivator Indonesia, Motivator Terbaik
Sebagai motivator Indonesia, saya sering mengajak peserta untuk peduli dan berbagi.
Melalui berbagai dalil, hati kita berkali-kali digedor dan diingatkan bahwa:
- Sebenarnya, seluruh manusia adalah satu umat.
- Membunuh satu manusia berarti membunuh seluruh manusia.
- Menyelamatkan satu manusia berarti menyelamatkan seluruh manusia.
- Menghina ayah orang lain, berarti menghina ayah kita sendiri.
- Menyantuni ibu orang lain, maka fadilahnya akan sampai kepada ibu kita.
- Mendoakan seseorang, berarti mendoakan diri kita sendiri.
Kadang, kita suka bicara yang muluk-muluk. Sebut saja, ingin memakmurkan Indonesia atau ingin memajukan umat. Yah, boleh-boleh saja.
Namun hendaknya kita mulai dari yang terkeciiiiil. Dari mana? Dari rumah kita, dari kantor kita. Maksudnya, dari orang-orang bekerja dengan kita. Misal, asisten rumah (PRT), babysitter, office boy, dan supir.
Dream boleh besar. Action mulai dari yang terkecil. Dan dari situlah kasih-sayang hendaknya diulurkan. Right? Sekian dari saya, Ippho Santosa.
Motivator Indonesia, Motivator Terbaik, Motivator Dunia, Motivator Adalah
Melalui berbagai dalil, hati kita berkali-kali digedor dan diingatkan bahwa:
- Sebenarnya, seluruh manusia adalah satu umat.
- Membunuh satu manusia berarti membunuh seluruh manusia.
- Menyelamatkan satu manusia berarti menyelamatkan seluruh manusia.
- Menghina ayah orang lain, berarti menghina ayah kita sendiri.
- Menyantuni ibu orang lain, maka fadilahnya akan sampai kepada ibu kita.
- Mendoakan seseorang, berarti mendoakan diri kita sendiri.
Kadang, kita suka bicara yang muluk-muluk. Sebut saja, ingin memakmurkan Indonesia atau ingin memajukan umat. Yah, boleh-boleh saja.
Namun hendaknya kita mulai dari yang terkeciiiiil. Dari mana? Dari rumah kita, dari kantor kita. Maksudnya, dari orang-orang bekerja dengan kita. Misal, asisten rumah (PRT), babysitter, office boy, dan supir.
Dream boleh besar. Action mulai dari yang terkecil. Dan dari situlah kasih-sayang hendaknya diulurkan. Right? Sekian dari saya, Ippho Santosa.
Motivator Indonesia, Motivator Terbaik, Motivator Dunia, Motivator Adalah
Langganan:
Postingan (Atom)





